Topiksatunews.com, Luwu Timur – Kota Wisata adalah wacana bagi sebagian besar pemimpin di daerah yang ingin melihat daerahnya maju, bukan hanya maju dari sisi perkembangan infrastruktur, tekhnologi dan sumber daya manusianya, namun dari sektor wisata yang memanfaatkan kekayaan alam, salah satunya dari keberadaan Danau Purba untuk menambah pendapatan daerah melalui sektor wisata.
Di kabupaten Luwu Timur sendiri ada 3 danau yang masing masing memiliki keindahan tersendiri, 3 danau tersebut adalah Danau Matano, Danau Mahalona dan Danau Towuti.
Pembahasan kita saat ini adalah sebuah danau tektonik dengan ukuran panjang 28 kilometer dan lebar 8 kilometer, yang merupakan danau terdalam di benua Asia serta terdalam kedelapan di dunia, kedalamannya diperkirakan mencapai angka 625 meter.

Menurut beberapa penelitian, Danau Matano memiliki 6 spesies kerang (Tylomelania), 3 spesies kepiting (Gecarcinucidae), 6 spesies udang dan 10 spesies ikan bersirip tajam.
Salah satu spesies yang menarik adalah ikan butini yang hidup di dasar danau. Ikan Opudi yang termasuk salah satu ikan hias yang diperdagangkan baik dalam negeri maupun luar negeri, nama dagang ikan ini adalah Celebes Rainbow Fish atau Celebes Sail Fish.
Dibawah tangan dingin mantan kepala desa sorowako yang kini menjabat sebagai wakil ketua DPRD Luwu Timur, danau matano disulap menjadi objek wisata yang saat ini menjadi tujuan utama wisatawan lokal dan mancanegara yang mencintai keindahan, bukan hanya sebagai pelepas penat disaat lelah dalam aktivitas keseharian, melainkan untuk memanjakan mata dengan pesona panorama alam yang dipadukan dengan keterampilan tangan dingin manusia dalam pengelolaannya.

Keindahan adalah nilai-nilai estetika yang menyertai sebuah karya, keindahan dalam konteks ini merujuk pada nilai-nilai estetis yang melekat pada sebuah karya seni atau ciptaan, yang menciptakan pengalaman visual dan emosional yang indah bagi penikmatnya.
Untuk diketahui, Danau Matano adalah danau tektonik atau danau purba yang terletak diujung timur provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di kecamatan Nuha, kabupaten Luwu Timur.
Penulis: Redaksi








