Sosial  

Razia Tempat Hiburan Malam di Wasuponda, Tim Gabungan Dapati 2 Gadis Dibawah Umur

 

Topiksatunews.com, Luwu Timur – Aparat gabungan dari Polsek Wasuponda dan Satpol PP Kabupaten Luwu Timur yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Satpol PP Baharuddin, bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan disalah satu Tempat Hiburan Malam, sekitar pukul 01.00 WITA, di Desa Tabarano, kecamatan Wasuponda, Minggu 26-10-2025.

 

Hasilnya, empat perempuan berhasil diamankan. Dua di antaranya diduga masih di bawah umur dan tidak memiliki KTP. Temuan ini sontak memicu keprihatinan mendalam, mengingat lokasi tersebut sudah berkali-kali ditegur oleh pemerintah desa.

Kepala Desa Tabarano, Rimal, yang ikut mendampingi jalannya razia, mengaku sudah lelah dengan kelakuan pengelola tempat hiburan tersebut.

“Kami sudah berulang kali menegur, bahkan membuat surat perjanjian agar tempat itu berhenti beroperasi. Tapi tetap saja buka. Kali ini laporan datang langsung dari masyarakat, dan kami tak bisa tinggal diam,” ujar Rimal dengan nada tegas.

Anggota Polsek Wasuponda, Syulmar, menegaskan bahwa aparat menemukan indikasi kuat adanya pelanggaran hukum.

“Dua dari empat perempuan yang diamankan tidak bisa menunjukkan identitas diri. Dari hasil pemeriksaan awal, mereka diduga masih di bawah umur. Ini bukan sekadar pelanggaran ringan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Satpol PP Luwu Timur, Baharuddin, memastikan pihaknya tidak hanya berhenti pada razia, tetapi juga melakukan langkah pembinaan.

“Kami setelah ini langsung membawa mereka ke Dinas Sosial untuk proses lebih lanjut. Harapannya, mereka bisa dipulangkan ke daerah asal dan mendapat pendampingan, terutama bagi yang di bawah umur. Kami ingin memberantas praktik seperti ini sampai ke akarnya,” tegas Baharuddin.

Razia tersebut menjadi tamparan keras bagi pengelola hiburan malam yang selama ini terkesan kebal aturan. Di tengah gencarnya upaya pemerintah daerah menjaga moralitas dan ketertiban umum. Laporan masyarakat sangat di butuhkan.

Kini, masyarakat Tabarano berharap, razia ini bukan sekadar aksi sesaat. Sebab, di balik gemerlap lampu malam, tersimpan persoalan serius tentang eksploitasi, pembiaran, dan lemahnya pengawasan. (Red)

banner 325x300