Topiksatunews.com, Luwu Timur – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penopang gizi balita di Luwu Timur justru memunculkan kekecewaan. Di Desa Jalajja, Kecamatan Burau, ditemukan makanan untuk balita dalam kondisi basi — nasi keras dan sayur daun singkong yang sudah berbau.
Temuan memalukan ini terjadi saat petugas melakukan pendampingan pemberian makanan kepada balita. Alih-alih membantu tumbuh kembang anak, makanan tersebut justru berpotensi membahayakan kesehatan.
Kepala Desa Jalajja, Muh. Iqbal Samad, mengungkapkan bahwa nasi basi itu pertama kali diketahui ketika paket makanan dibagikan kepada sejumlah balita di desanya.

“Begitu kami lihat kondisinya, langsung kami hentikan pembagian. Nasinya sudah keras, sayurnya basi, bahkan sebagian sudah dibuang ke tempat sampah,” ujarnya tegas.
Muh. Iqbal menilai, kualitas makanan MBG harus diawasi ketat. Ia meminta pemerintah daerah dan pihak kontraktor pengadaan segera bertindak sebelum masalah ini meluas.
“Kalau sudah begini, siapa yang mau bertanggung jawab? Harusnya pengelolaannya diserahkan saja ke desa,” tambahnya.
Berdasarkan data, program MBG di Kecamatan Burau menyasar 150 balita dari lima desa, dengan masing-masing desa mendapat jatah 30 anak. Satu paket makanan berisi nasi, ikan teri bakar, dan sayur daun singkong dengan nilai Rp15 ribu per paket.
Namun, menurut warga, sebagian balita sempat menerima dan mencoba makanan tersebut, tetapi memuntahkannya karena sayurnya sudah basi.

Pihak kontraktor, CV. AMK, mengakui adanya masalah ini.
“Iya pak, kami sudah lihat. Terkait kendalanya akan kami perbaiki ke depan,” ujar perwakilan CV. AMK, Jumat (8/8/2025).
Peristiwa ini menjadi pukulan telak bagi program yang digadang-gadang sebagai penopang gizi anak. Harapan untuk memberikan asupan sehat dan layak bagi balita tak seharusnya berubah menjadi ancaman kesehatan akibat kelalaian dalam pengadaan dan distribusi. (Red)












