Diduga Alami Bullying di TK Bhayangkari Mangkutana, Anak Usia 6 Tahun Luka dan Trauma Sekolah

 

 

Topiksatunews.com, Luwu Timur – Seorang orang tua murid, Andi Zachril, mengadukan dugaan tindakan bullying yang dialami anaknya, APM (6), siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Bhayangkari Ranting Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur.
APM mengalami luka di bagian kepala akibat pukulan benda tumpul (mainan) saat proses belajar mengajar berlangsung di dalam kelas.

Menurut keterangan sang ayah, insiden tersebut bukan yang pertama kali. Sebelumnya, APM juga sempat mengeluh nyeri di dada akibat pukulan dan memar di betis. Namun, saat disampaikan kepada pihak guru, keluhan tersebut tidak ditanggapi dengan serius.

“Saat saya mengadu, bukannya diberikan solusi malah semua guru tertawa. Okelah kalau sekadar persoalan anak-anak, tapi yang saya pertanyakan, apa yang dilakukan guru di dalam kelas sampai tidak memperhatikan muridnya? Apa gunanya pintu kelas ditutup kalau anak-anak di dalam malah saling menyakiti tanpa pengawasan?” ungkap Andi Zachril dengan nada geram, Selasa (14/10/2025).

Andi menduga kurangnya pengawasan guru menjadi penyebab utama terjadinya insiden tersebut. Ia juga menyinggung soal perlakuan tidak adil karena diduga pelaku adalah anak anggota polisi, sehingga pihak sekolah terkesan cuek dan tutup mata.

“Apa karena yang melakukan anak polisi jadi mereka diam saja? Ini tidak bisa dibiarkan,” tambahnya.

Andi berharap TK Bhayangkari Cabang Malili, Polsek Mangkutana, Polres Luwu Timur, Polda Sulsel, serta Dinas Pendidikan segera turun tangan melakukan evaluasi terhadap kinerja dan tanggung jawab guru di lingkungan sekolah tersebut.
Menurutnya, hal ini menyangkut nama baik institusi Bhayangkari dan Polri yang dikenal bergengsi dan berdisiplin tinggi.

“Kami menyekolahkan anak di TK Bhayangkari karena berharap keamanan dan kualitas. Sekolah ini tidak gratis, kami bayar. Tapi justru anak kami jadi trauma dan takut ke sekolah,” tegasnya.

Mirisnya, usai kejadian itu, grup WhatsApp antara guru dan orang tua murid yang selama ini digunakan untuk komunikasi sekolah justru diprivasi, membuat orang tua semakin kecewa dan merasa tidak dilibatkan.

 

“Hingga berita ini diterbitkan, pihak TK Bhayangkari Mangkutana belum memberikan keterangan resmi.”

(Zul)

banner 325x300