Topiksatunews.com, Jakarta – Pendamping Perhutanan Sosial (PS) kabupaten Luwu Timur, hadir mendampingi Kepala Dinas BAPERIDA Lutim pada kegiatan Diseminasi Rencana Aksi Integrated Area Development (IAD) berbasis Perhutanan Sosial di Hotel Manhattan Jakarta, November 2025.
Sebanyak 4 kabupaten, yakni kabupaten Luwu Timur, kabupaten Pasawaran, kabupaten Kutai Timur, dan kabupaten Timor Tengah Selatan, hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial, Dirjen Perhutanan Sosial Republik Indonesia.
Dengan disahkannya dokumen rencana aksi integrated area development atau IAD, maka pihak terkait mengundang ke 4 kabupaten ini untuk hadir pada kegiatan tersebut.

Terkhusus kabupaten Luwu Timur diwakili oleh Kadis Baperida, Kamal Rasyid selaku narasumber yang didampingi Emelda Hatta dan Rapiuddin serta pendamping mandiri perhutanan sosial Lutim, dimana Kamal Rasyid menerangkan tentang kondisi pengembangan di kabupaten Luwu Timur.
Ketua Koordinator pendamping PS Luwu Timur, Restika mengungkapkan jika masyarakat petani kabupaten Luwu Timur memerlukan perlindungan hukum terkait pengelolaan kawasan sekitar hutan lindung sebagai sumber daya penunjang kehidupan para petani yang menggantungkan hidupnya dari hasil hutan.
Untuk itu ia berharap, semoga dengan hadirnya pendamping mandiri perhutanan sosial di Luwu Timur dapat memberikan solusi bagi masyarakat yang berkebun di kawasan hutan bisa tenang beraktivitas dengan legalitas yang sesuai dengan prosesur dari perhutanan sosial.
“Harapan kami, dengan hadirnya pendamping mandiri perhutanan sosial bisa memberikan solusi bagi kelompok-kelompok tani hutan agar medaptkan legalitas yang sesuai prosesur supaya para kelompok tani hutan bisa menjadi tenang dalam beraktivitas,” Ucap Restika.

Demikian pula bagi para Pendamping Mandiri Perhutanan Sosial kabupaten Luwu Timur dengan legalitas yang dimiliki sesuai prosedur dari Perhutanan Sosial selanjutnya bisa Melakukan pendampingan kepada Kelompok Tani Hutan agar bisa lebih produktif dalam pengelolaan lokasi hutan.
“Besar harapan kami agar Luwu Timur bisa menghasilkan produk HHBK yang unggul dan dirasakan manfaatnya hingga ke mancanegara,” Tutupnya.
Setelah kegiatan di Hotel Manhattan, para undangan lanjut ke Kementerian Kehutanan mengunjungi Direktorat PKPS ( Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial ) untuk berdiskusi bersama Direktur PKPS membahas pengembangan di daerah kabupaten Luwu Timur.
(Red)












