Topiksatunews.com, Makassar – Ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sulawesi Selatan menggelar aksi pra-kondisi menjelang May Day di depan kantor PT Vale Indonesia, Jalan Sumba Opu, Makassar, Senin (27/4/2026).
Dalam aksi tersebut, massa mendesak PT Vale Indonesia untuk segera mencairkan dana Saving Plan Wanaartha kepada 405 anggota KSPSI. Mereka menilai dana tersebut merupakan hak pekerja yang harus segera dikembalikan.

Dalam orasinya, massa juga menyoroti menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan yang selama ini dikenal besar dan berpengaruh. Mereka mempertanyakan komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja, terutama dalam memenuhi hak-hak finansial karyawan.
Ketua DPD KSPSI Sulsel, Basri Abbas, SH., MH., menyampaikan bahwa aksi ini merupakan langkah awal (pra-kondisi) sebelum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei.
Ia menegaskan bahwa pihaknya memberikan batas waktu kepada manajemen PT Vale untuk memenuhi tuntutan sebelum tanggal tersebut. Jika tidak, KSPSI mengancam akan menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.
“Kami meminta manajemen PT Vale untuk menerima tuntutan kami sebelum 1 Mei. Jika tidak, aksi yang lebih besar akan kami lakukan pada May Day,” ujar Basri.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa KSPSI tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi pendudukan terhadap perusahaan apabila tuntutan tidak direalisasikan.
“Kami akan menduduki PT Vale jika tuntutan ini tidak dipenuhi. Kami berharap manajemen benar-benar mendengarkan aspirasi pekerja,” tegasnya.

Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian tekanan buruh menjelang May Day, dengan fokus utama pada pemenuhan hak-hak pekerja yang belum terselesaikan.
Red












