Topiksatunews.com, Lutim – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengarusutamaan Gender.
Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat – Pusat Pengembangan Kebijakan Pembangunan (LPPM-P2KP) Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar yang berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 Oktober 2026 di Hotel Arya Duta Makassar.
Sebanyak 95 peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan di Kabupaten Luwu Timur hadir untuk memperkuat kapasitas aparatur dalam mengintegrasikan perspektif gender ke dalam kebijakan dan program pembangunan.
Dalam sambutan Bupati Luwu Timur yang diwakili oleh Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, Aswan Azis, menyampaikan bahwa pengarusutamaan gender bukan sekadar isu teknis, melainkan strategi pembangunan yang harus diinternalisasi dalam setiap kebijakan daerah.
“Melalui bimtek ini, kita ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan program pembangunan di Luwu Timur responsif terhadap kebutuhan laki-laki maupun perempuan. Tidak boleh ada kelompok masyarakat yang tertinggal, karena pembangunan yang berkeadilan adalah pembangunan yang memberi ruang bagi semua,” ujar Aswan Azis.
Aswan Azis berharap agar peserta mampu menyusun dokumen perencanaan berbasis responsif gender, sehingga hasil kegiatan tidak hanya berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga menghasilkan produk nyata yang dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas aparatur, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan menumbuhkan budaya kerja yang berbasis gender. Dengan demikian, visi pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan dapat benar-benar terwujud,” harapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan agar kerja sama dengan LPPM-P2KP UNHAS Makassar terus terjalin secara berkesinambungan. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas aparatur, sehingga pembangunan di Luwu Timur semakin responsif, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh nyata komitmen daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti bimtek ini dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu yang diberikan, dan mengaplikasikannya dalam tugas sehari-hari,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Luwu Timur, Parha Arief, menekankan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kompetensi ASN sebagai bagian dari transformasi birokrasi.
Bimtek ini dibuka secara resmi oleh Ketua LPPM UNHAS, Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, SP.MK(K), yang menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun kapasitas aparatur, khususnya pada isu strategis seperti pengarusutamaan gender. (nor/ikp-humas/kominfo-sp/red)












